"Jadilah seperti pohon rendang yang berbuah; dibalingkan dengan batu, tetapi diberikan buah sebagai balasan." ~Hasan Al-Banna~

Tuesday, 11 September 2012

dahulukan kerja atau dahulukan perintah Allah


Assalammualaikum bloggers,
hari ini saya hendak kongsikan tentang dahulukan kerja atau dahulukan perintah Allah..

*dahulukan akhirat berbanding dunia..

ini adalah pemerhatian dan pengalaman saya ketika bekerja semasa umur saya 18 tahun , lepas spm sampai 20 tahun.. saya suka kerja part time sambil belajar.moga boleh menjadi iktibar..

pertama : masa rehat kerja ramai orang suka dahulukan makan dari solat zohor.mereka tunggu 10 minute baru nak terhengeh2 solat, dan menyebabkan solat tidak khusyuk sebab masa rehat bekerja makin berakhir.. takut terkurang masa kerja..kebanyakkan berlaku di supermarket.

kesimpulan : solat dulu kan best, baru rasa tenang sahaja dalam setiap perkara.

pengalaman saya, saya  mempunyai sahabat-sahabat yang 1 program k-fiqh ,masa waktu program rehat solat zohor,  yang dahulukan solat dari lunch.. Alhamdulilah. bersyukur , mereka dahulukan solat dari makan lunch..


kedua : ada tempat kerja punye undang-undang, kena pakai baju ketat, seluar ketat, tudung masuk dalam, xpakai stokin... mereka ikut undang-undang manusia, tanpa memikirkan hukum tuhan kita telah tetapkan...

penyelesaian saya :jika saya dapat kerja macam ni, saya tidak terima , dan pilih kerja lain, minta Allah tunjuk jalan keluar, pilih kerja yang x payah ikut undang-undang manusia, kita sendiri menentukan pakaian kita mengikut syariah. kita ada hak kita sendiri..


ketiga : ada tempat kerja ni , orang cina boss bukan islam, tidak boleh rehat pukul 1-2. rehat pukul 12-1, bagaimana hendak solat?

penyelesaian : quit kerja.. ^_^




.
keempat: bila di tempat kerja tu ramai lelaki suka menganggu perempuan, dan banyak bergaul dengan perempuan..

penyelesaian : jadi diri sendiri, jangan terpengaruh dengan keliling kita.. abaikan gangguan  jangan bergaul dengan dia. buat tidak kenal..supaya tidak diganggu dan terjebak dengan maksiat atau behenti terus tempat kerja  itu.pilih kerja lain..

lebih baik cari kerja yang menyenangkan hidup kita di akhirat,
dari menyusahkan kita nanti di akhirat... cari tempat kerja islamik dan persekitaran islamik. insha Allah , masalah di atas tidak akan berlaku..

saudara hilal asyraf berkata 

Islam itu bukanlah sekadar untuk diketahui.
Ianya adalah untuk dipraktikkan.
Islam bukanlah hanya untuk disebut-sebut,
tetapi adalah untuk dibuktikan.

disini saya pula hendak kongsikan Konsep Pergaulan Anjuran Islam.


Jika kita berbicara masalah pergaulan pada era globalisasi saat dan ketika ini memang sangat rumit. Dalam erti yang lain, kita hidup dengan manusia yang mempunyai prinsip dan pandangan hidup yang berbeza, bahkan masyarakat di kota-kota besar dapat dikatakan memiliki kecenderungan hidup bebas. Terkadang dengan kondisi seperti itu, kita menghadapi sebuah dilema bagaimana menempatkan diri dalam dunia pergaulan agar kita sebagai muslim dapat diterima oleh lingkungan, tetapi dalam waktu yang sama keyakinan atau syariat Islam pun tetap terjaga. Sebetulnya, kaedah yang paling tepat dalam pergaulan, khususnya dengan lawan jenis (berbeza jantina) adalah pandai-pandai menempatkan diri dan menjaga hati (bergantung kepada penilaian iman dalam situasi berkenaan). Usahakanlah untuk mengerti situasi bila kita harus serius dan bila harus santai, "think before you act" sangatlah penting. Meskipun demikian, menjaga etika pergaulan seperti menundukkan pandangan adalah sangat dianjurkan (wajib hukumnya, dalam erti kata, tidak melihat dengan syahwat). Namun inti dari ajaran ini adalah bagaimana kita menjaga kebersihan dan kesucian hati. Istilahnya, untuk apa kita menundukkan pandangan atau menghindar dari pertemuan dengan lawan jenis jika hati tidak kita tundukkan? Firman Allah:

“Dia (Allah) Mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati”. (Surah Ghoffar:19).

Semua bergantung pada niat kita. Contohnya, dalam suasana kerja atau organisasi di mana kita dituntut untuk berinteraksi dengan orang ramai, baik laki-laki ataupun wanita, kita tentu saja diperbolehkan mengadakan kontak dengan lawan jenis (berbeza jantina, lelaki dengan perempuan). Pada prinsipnya, jika maksud kita untuk kebaikan dan batasan-batasan syariat tetap dijaga, semuanya dibolehkan dalam Islam. Islam tidaklah pernah bertujuan untuk mempersulitkan sesuatu, tapi justeru mempermudahkan hidup kita. Segala yang disyariatkan sudah barang tentu demi kebaikan umat manusia.
Sumber:
http://islam.my.tripod.com/Mypage/bergaul.htm
http://mukhlis101.multiply.com/journal/item/143
http://id.shvoong.com/humanities/1775913-etika-pergaulan-menurut-islam/

No comments:

Post a Comment